Nikmat Tuhan Manakah Yang Engkau Dustakan?

Oleh: Bunda Shafiya*)

Saat itu kami aku, Bapak dan Shafiya sedang berada dalam perjalanan pulang ke rumah. Kami baru saja pulang dari menikmati semangkuk soto lamongan Cak Har *slruup* yang terkenal itu..:)


Tepat di traffic light menuju ke arah Margorejo, mobil berhenti karena traffic light menunjukkan warna merah. Aku melayangkan pandangan ke seberang jalan. Nampak olehku sosok ibu pengemis dan anaknya yang sedang mesra bersenda gurau. Si anak rupanya haus dan alhamdulillah saat itu sang ibu ada rezeki utk membelikan sekantung plastik es teh manis bagi si anak.

Dengan penuh rasa kasih sayang kantung plastik es teh itu dibuka dari ikatannya dan diminumkan ke si anak dengan menggunakan sedotan (straw). Tampak si anak sangat menikmatinya..kehausan barangkali.

Setelah si anak puas, ibu itu pun mencicipi es teh itu sedikit dan ternyata…walaupun es teh itu hanya bersisa sangat sedikit, mungkin hanya satu tegukan lagi sisanya, Ibu itu tetap menyimpan sisa itu dengan hati2 dengan mengikat kembali kantung plastik es teh itu erat-erat dengan karet gelang.

Subhanallah…betapa orang seperti mereka sangat menghargai dan mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada mereka serta menjaganya dengan sangat hati-hati.

Dadaku terasa sesak, bersamaan dengan itu air mata mulai menetes…

Teringat akan percakapanku dengan Syaffa di depot soto itu ”Nak..udah deh..ice tea-nya nggak usah dihabiskan..ayo..cepetan..Bapak sudah menunggu di mobil.”

Betapa bodohnya aku yang malah mengajarkan anakku utk berbuat suatu hal yang mubazir yang mencerminkan rasa tidak bersyukur padaNya.

Astagfirullah hal Adhim…

Bagi orang lain, peristiwa ini mungkin bukan sesuatu yang menarik untuk diceritakan. Tapi saya memaknainya lain. Alhamdulillah..Allah memberi saya petunjuk melalui peristiwa itu untuk selalu mensyukuri nikmatNya dalam ketaatan kepadaNya.

Syukur Alhamdulillah. Ibu pengemis itu telah mengajarkan kepada saya cara untuk menghargai nikmatNya.

Fabiayyi aalaa rabbikumaa tukadzdzibaan?
Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang engkau dustakan?


Pertanyaan retoris ini membuat saya tertunduk malu tiap kali mendengarnya.
Betapa tidak…saya sering kali iri dengan nikmat yang ada pada orang lain.
Saya memang tidak pernah sampai dalam tahap merasa dengki dan menginginkan agar nikmat orang lain itu hilang. Naudzubillah min Dzalik..
Tapi rasa iri saya membawa saya menjadi orang yang kufur nikmat.

Padahal Allah selalu baik kepada saya. Dalam study dan karir insya Allah saya selalu lancar. Ketika saya berdoa agar mendapat pendamping hidup yang sholeh, Allah dengan cepat mengabulkan permintaan saya.
Ketika saya berdoa agar dikarunai anak yang menyejukkan pandangan orang tuanya, Allah dengan berbaik hati mengabulkan permohonan saya itu.

Namun..dari banyak nikmat yang ada, sedikit sekali saya mampu menyentuhkan dahi bersujud pada Allah untuk menyampaikan rasa terima kasih saya.

Nikmat ..begitu banyak karunia yang saya lewatkan tanpa mensyukurinya….:(

Ya Allah..janganlah golongkan saya menjadi orang-orang yang merugi karena kufur terhadap nikmatMu.


(Tuhan) yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al Quran. Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan keduanya tunduk kepadaNya. Dan Allah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca keadilan. Supaya kamu jangan melampui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan jangan kamu mengurangi neraca itu. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhlukNya, di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bungaan yang harum baunya.
Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?
(Surat Ar Rahman: 1-13)

*) Penulis adalah Rozalina L Zulkarnain, walimurid Sekolah Dasar Al Hikmah, ibunda dari Shafiya Fildza Nisrina (kelas 1 C) yang juga Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Departemen Ilmu Kesehatan Mata).

Explore posts in the same categories: sharing

Tags: , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

2 Comments on “Nikmat Tuhan Manakah Yang Engkau Dustakan?”

  1. mustofa Says:

    benar ibu ternyata banyak sekali sesuatu yang harus kita syukuri manakala kita melihat sejenak apa yang ada disekeliling kita seperti adegan yang telah ibu saksikan.Maha Suci Allah dengan segala nikmat-Nya yang telah dianugerahkan kepada makhluk-Nya.

  2. wahida Says:

    Subhanallah….pelajaran ada dimana-mana ya Mbak Ros… terimakasih ceritanya sudah mengingatkan lagi nih…

    Ini juga salah satu hal yang patut Mbak Ros syukuri juga, karena ternyata njenengan masih diberi kelapangan hati dan ketajaman pikiran untuk selalu melakukan introspeksi diri dan mengambil hikmah dari kejadian diatas…..itu sungguh nikmat yang dalam sekali tak semua orang mampu melakukannya Mbak…🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: