Overload?? or Wrong Dercision??


Oleh : Zulfa Fastiani Indrijo *)

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sudah sebulan lebih, tak terasa anak kita khususnya jenjang kelas 1 sudah melaksanakan tugas belajar disekolah. Tak terasa pula semakin hari kita harus mempersiapkan anak kita untuk menyongsong masa depannya dengan pasti sedini mungkin.

Ada ketakutan yang luar biasa pada diri saya, akankah saya sebagai orangtua bisa menghantarkan anak kami ke depan gerbang keberhasilan baik kepada Allah SWT maupun pada dunianya (karier dan cita-cita)?

Terkadang ketakutan tersebut justru menjadi bumerang bagi anak kami. Membuat ciut nyali saya sebagai ibunya, dan hal ini bisa lebih fatal akibatnya bagi seluruh keluarga, jika dibiarkan terus menerus.

Sehingga…

Saya harus yakin pada diri saya sendiri, harus yakin bahwa Allah lebih berkuasa. Dan harus yakin bahwa jika anak kita dibekali dengan iman, kepandaian dan akhlak yang mulia, InsyaAllah semua berjalan dengan karunia-Nya.

Didalam blog ini, saya ingin sharing dengan ibu-ibu lainnya, tentang jadwal kegiatan di luar sekolah. Kebetulan sudah setahu yang lalu putri kami mengikuti les piano dan vocal di salah satu sekolah musik. Nah, kebetulan juga ada les renang dalam seminggu ada 3 kali pertemuan (masing-masing 2 jam).

Hampir tiap hari anak saya ada les, yang waktunya itu dikerjakan setelah pulang sekolah. Saya kasihan, tetapi anaknya tidak mau berhenti ataupun memilih les apa yang harus diberhentikan.

Setiap saya tanya : “Salsa capek tidak, sekolah habis itu terus les?”

Jawabnya : “Tidak.”

Saya tanya lagi : “Kalau capek, lesnya berhenti aja, ntar kalau Salsa pingin, bisa les lagi?”

Jawabnya : “Nggak, aku nggak mau berhenti les, aku mau terus. bener kok Buk, aku nggak capek, ntar kalo capek aku bilang kok.”

Nah, dengan ambisi anak kami yang begitu besar, akhirnya saya memilih mengalah dan mendukung putri kami meneruskan kegiatan tersebut. Padahal dalam hati saya merasa iba, diforsir dan overload ada pada anak saya. Ketakutan saya muncul lagi, takut kalau-kalau anak saya sakit karena kecapaian. Ketakutan itu sering muncul pada mimpi-mimpi tidur saya.

Melalui blog ini, saya berharap bisa sharing dengan orangtua lainnya, yang pasti ada salah 1 atau 2 atau bahkan mungkin semua, mengalami hal seperti saya ini.

Terimakasih sebelumnya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

*) Penulis adalah walimurid Sekolah Al Hikmah, Ibunda dari Meisya Salsabila Indrijo Putri (kelas 1A)

Explore posts in the same categories: sharing

Tags: ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

4 Comments on “Overload?? or Wrong Dercision??”

  1. wilis Says:

    Mba Zulfa, selamat deh anaknya cantik dan aktif. Kewajiban ortu mendampingi anak-anak tumbuh dan berkembang. Yang penting makan dan kesehatannya terjamin, sehingga anak-anak bisa menjalankan aktifitas yang luar biasa seperti Ananda Meisya. Asal tidak diserahkan ke orang yang tidak berkompeten, insyaallah kalau Ibu yang mendampingi terus, anaknya enjoy menjalankan seabreg kegiatan.
    Saya pribadi memang tidak bisa demikian. Karena pernah mereka di-les kan ini itu, tapi tidak efektif, sering bolos karena kecapekan. Akhirnya les-nya bubar. Dan Kami mengikuti anjuran sekolah, dan khawatir anak-anak jenuh, kita biarkan mereka beraktifitas di rumah after school. Mereka bisa sejenak nonton TV dan yang penting tetap terjalin komunikasi, maksudnya tetap berantem iya, bercanda juga dengan keluarga di rumah.
    Salam kenal dari Mama-nya Nabiel I-D

  2. wahida Says:

    Selama memang benar Meisya bisa mengikuti kegiatan dengan enjoy, saya rasa sih nggak masalah ya.. Enjoy disini itu berarti dia masih tetap sehat secara lahir dan batin. Masih tetap riang gembira, tetep ekspresif dan tak sedikitpun menunjukkan kelelahan atau keluhan berarti (baik secara fisik maupun mental psikologis).

    Kalau dirumah ini, kebetulan dari awal memang saya dan suami berkomitmen untuk membuat anak-anak tumbuh sealami mungkin, selama mungkin. Jadinya, sejauh ini (Abe kelas 2 dan Bea TKA) memang tak ada yang saya ikutkan les apapun. Sama sekali.

    Sepulang sekolah, ya waktunya untuk berkumpul dengan keluarga. Apalagi anak-anak sekolah fullday, waktu berkumpul dan bercanda (melakukan kegiatan bebas) dengan keluarga menjadi sangat berharga sekali buat kami. Dan kami percaya bahwa inilah salah satu dasar penting untuk landasan lancarnya komunikasi dengan anak-anak.

    Sehabis maghrib biasanya kami melakukan apa saja yang saat itu kami rasa menyenangkan untuk semua, ya mengobrol, ya baca buku cerita, ya nonton TV bersama (acara tertentu tentu saja), kadang-kadang tebak2an, main kitik2an, sampai “menemani” anak-anak yang bertengkar karena rebutan kegiatan apa yang harus dilakukan (hehe)…

    Harapan kami hanya satu : bahwa kehangatan dalam keluarga ini akan tetap merasuk di hati mereka, bahkan sampei mereka dewasa kelak…🙂

    (duh panjangnya komentarnya hehe)

  3. zulfa Says:

    >>>Ibu Wilis : Terima kasih, atas saringnya. Alhamdullillah sd sekarang anak2 masih enjoy menjalani rutinitas tersebut. Benar, kita tidak bisa memaksakan kehendak kepada anak2, selagi dia enjoy ya kita senang2 aja mendapinginya, InsyaAllah masukan ibu kami jadikan acuan.

    >>>Mbak Wahida : Terima kasih, memang benar bahwa komunikasi sangat penting dalam keluarga. Walaupun anak2 menjalani les diluar sekolah, Alhamdulillah kami tetap menjaga komunikasi dan kehangatan dalam keluarga, waktu utk berkumpul tidak berkurang sedikitpun. Karena ketika les vocal n piano saya, suami dan si bungsu ikut menunggui di kelas utk jd penonton n juri, ketika les renang saya dan suami juga menunggui utk ksh support (krn diakhir jam les biasanya ada lomba kecepatan renang). Sepulang atau diluar les ketika ayahnya pulang dari kantor kami selalu menjalin keakraban dengan main, bercerita, n bahkan bertarung dg anak2 sampai menjelang tidur (krn kebetulan si bungsu cowok suka main power ranger). ya…jadinya saya kebanyakan kasih komentar ya. yg terpenting masukannya its very Ok.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: