Jadikanlah Ramadhan ini terindah…

Oleh : Bunda Shafiya*)

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, dimana Allah melimpahruahkan didalamnya dengan keberkatan, menurunkan rahmat, mengampuni dosa-dosa kamu, memakbulkan doa-doa kamu, melihat di atas perlombaan kamu untuk memperoleh kebaikan yang besar dan berbangga mengenai kamu dihadapan malaikat-malaikat.

Maka tunjukkanlah kepada Allah Ta’ala kebaikan dari kamu. Sesungguhnya orang yang bernasib malang ialah dia yang dinafikan daripada rahmat Allah pada bulan ini”

Ramadhan kali ini menjadi begitu berbeda bagi keluarga kami. Karena tahun ini Shafiya sudah kelas 1 SD, dan bagi kami saatnya lah untuk melatih untuk mulai berpuasa secara full (maghrib). Ramadhan kali ini, perjuangan besar terjadi. Baik bagi saya, si Bapak maupun Shafiya sendiri (saya yakin dia berjuang amat keras menahan rasa haus *terutama* dan laparnya).

Sebenarnya sudah sejak usia 5 tahun (TK-B), Shafiya mulai kami latih berpuasa. Dimulai dari puasa sampai pukul 10 pagi dan di 2 minggu terakhir Ramadhan lalu, dia berhasil puasa sampai dengan dhuhur. Tepatnya, hanya si Bapak yang saat itu berjuang keras dalam melatih Shafiya karena saya, Sang Bunda sedang berada di Waingapu- pada Ramadhan lalu dalam rangka pengabdian dokter PTT spesialis disana.*Hiks*

Menjelang Ramadhan ini, ketika menginjak pertengahan bulan Syaban, saya sudah mulai melancarkan obrolan tentang keutamaan Ramadhan kepada Shafiya. Sambil mengajaknya untuk membuat berbagai prakarya untuk menghiasi Ramadhan kali ini. Dia memilih membuatkan kartu-kartu HAPPY RAMADHAN untuk para ibu guru di TKnya dan ustad-ustadzahnya di SD.

Untuk memotivasi Syaffa agar bersemangat dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadhannya, saya dan Bapak berusaha mengirit pengeluaran bulan -bulan sebelum Ramadhan agar ketika Ramadhan Shafiya bisa mempunyai 1 kado (betapapun kecil dan murahnya) untuk dibuka setiap harinya!


Adalah suatu kenikmatan besar bagi kami, ketika Syaffa berbinar-binar melihat “calon hadiah”nya pada hari itu. Hadiah tersebut benar-benar memotivasinya untuk menunaikan puasa Ramadhannya di hari itu.

Bagian yang tersulit, ketika Ramadhan ini bagi Syaffa adalah menahan rasa haus dan laparnya. Mengingat Syaffa memang sangat suka minum dan suka makan, maka ini menjadi bagian dengan tantangan besar baginya.
Ada satu saat
(pada hari kedua Ramadhan ini), setelah Dhuhur, berulang kali Syaffa menanyakan kapan jam untuk berbuka.
“Kurang berapa jam lagi Bun??”
“Aduh….kok di dapur wanginya enak banget. Beduk maghrib jam berapa Bun?”

Kalau sudah begini, tugas saya hanya mengajaknya tidur-tiduran (setelah kami sama-sama melihat “kejutan hadiah” hari ini) sambil membacakan berbagai buku cerita yang dimiliki (sambil dipilih yang bernafas Islami) dan menanamkan keutamaan puasa dan ibadah di bulan Ramadhan untuknya. Ajaibnya, trik ini (sampai saat ini) selalu berhasil! Syaffa jadi melupakan rasa lapar dan hausnya.

Setiap hari bersama Syaffa, bagi kami adalah suatu proses pembelajaran. Ada saja pelajaran yang dipetik untuk hari itu. Seperti ketika Syaffa pada saat sahur, minumnya agak sedikit (karena terlalu ngantuk), akibatnya bangun dari shalat subuh, dia sudah menangis kehausan.
Kalau sudah begitu, kami akan mengijinkannya minum sepuasnya
(biasanya air mineral botolan 600 ml sanggup dihabiskannya !) dan melanjutkan puasa hari itu sampai maghrib tanpa kendala rasa haus yang berarti.

Nah, disini kami mengambil pelajaran bahwa minum air dalam jumlah banyak ketika sahur sangat penting untuk Syaffa. Karena itu, betapapun mengantuknya dia, kami selalu mengingatkan untuk minum air dalam jumlah yang banyak agar tidak kehausan nantinya.

Ramadhan kali ini, lebih banyak waktu yang saya sisihkan agar kami dapat menikmati setiap detik di Bulan Ramadhan kali ini. Jadwal praktek yang saya ubah (tidak ada praktek sesudah jam 17 selama Ramadhan), membuat kesempatan saya bersama Syaffa menjadi lebih banyak dan insha Allah bermakna.

Seiring dengan nuansa kebersamaan yang lebih dan ditambah dengan semaraknya hadiah di bulan Ramadhan ini, kami juga mencoba mengisi jiwa Syaffa dengan menjadikan Ramadhan bulan untuk memperbanyak kebajikan.
Ketika ada rejeki berlebih, dan kebetulan
forum komunikasi alumni ESQ tempat Bapak menjadi ketua korda bergerak untuk membagikan berbagai paket Ramadhan, Syaffa pun turut terlibat.

Kegiatan ini membuatnya sangat riang gembira. Syaffa terlihat sangat enjoy, ketika berhasil menunaikan tugas mengisi paket takjil itu dengan buah kurma yang terbungkus dalam plastik. Subhanallah..inilah yang disebut SPIRITUAL HAPPINESS. Bahkan anak kelas 1 SD pun bisa merasakan.

Membuat bibir saya senantiasa memanjatkan doa, agar bagaimana pun kondisi Syaffa ketika besar nanti, semoga dia tetap terus berbagi.

Semoga Allah memudahkan Syaffa, nak..

Semoga Allah senantiasa memberikanmu kekuatan dan kemudahan dalam melaksanakan ibadah di bulan suci ini dan dalam roda kehidupanmu kelak.

Menyiapkan 30 hadiah ramadhan dengan jenis yang berlainan (walaupun hampir semuanya tidak lebih dari Rp.10.000) adalah hal yang membutuhkan “effort” khusus bagi saya dan Bapak yang sama sama bekerja.Effort dalam hal ini terutama ialah  waktu  untuk mencari, membeli dan membungkus hadiah itu.

Menyisihkan waktu untuk lebih banyak bermain, membujuk ketika lapar dan haus, serta menggendong Syaffa ( BB saat ini sudah 30 kg ! Badannya memang bongsor untuk usianya) ke meja makan kami dengan mata separuh terpejam, bukan hal yang mudah untuk tulang tua seusia kami (Bapak yang usianya 36 thn, dan Bunda yang 32 tahun – wis balung tuwek– kata Bapak)

Ah…mungkin memang butuh energi ekstra untuk itu semua..

Mungkin perlu lebih ketat, mengatur keuangan di bulan-bulan sebelum Ramadhan..

Mungkin perlu manajemen waktu yang lebih baik, dan berupaya menyelesaikan amanah pekerjaan di Kampus dan Rumah Sakit dengan lebih cepat agar lebih banyak punya waktu di bulan Ramadhan..

Karena pinta kami hanya satu…

Menjadikan Ramadhan, suatu memori yang indah dan tak terlupakan di hati Shafiya.

Semoga Allah memudahkannya. Amin…

*) Penulis adalah Rozalina L Zulkarnain, walimurid Sekolah Dasar Al Hikmah, ibunda dari Shafiya Fildza Nisrina (kelas 1 C) yang juga Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Departemen Ilmu Kesehatan Mata).

Explore posts in the same categories: sharing

Tags: ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

6 Comments on “Jadikanlah Ramadhan ini terindah…”

  1. umichaz Says:

    alhamdulillah, betapa indah dan bahagia beramadhan dalam kebersamaan dan kesempurnaan keluarga. Sudah 4 ramadhan ini kami belum mampu menciptakan ramadhan ceria dan penuh makna yang diliputi kebersamaan. Mudah2an kebahagiaan ramadhan di keluarga shafiya bisa juga kami rasakan. dan, mudah2an pula sisa ramadhan tahun ini betul2 mampu kami nikmati dengan mengais sisa kebahagiaan di tengah2 ketidaksempurnaan keluarga. Amin,

  2. Fathor Rahman Says:

    Subhanallah, selamat ya Bu,bisa ditiru nih caranya memotivasi.
    Mungkin hampir semua wali murid mengalami romadhon dengan keunikan yang berbeda, bangun diwaktu sahur dan menahan lapar & dahaga sungguh perjuangan yg tidak mudah buat anak-anak kita. Semoga kelak ALLAH menjadikan mereka generasi pewaris nabi-Nya Muhammad SAW, amin


  3. Ibu Umichaz Ass wrwb

    Mengaminkan doa Ibu. Terima kasih untuk responnya.


  4. Bapak Fathor Rahman..Ass wrwb

    Alhamdulillah..kalau tulisan ini bisa memberikan sebuah ide. Amin..semoga anak2 kita kelak menjadi pejuang2 Allah di zamannya.

    Selamat hari raya idul fitri dan maaf lahir batin untuk semua keluargaku pengunjung blog ini.

  5. wilis Says:

    Ramadhan adalah bulan terindah ketika dilalui bersama keluarga terutama anak-anak yang tengah berjuang menaklukan ego n hawa nafsunya.

    lihat perjuangan Nabil di http://wilis.blogdetik.com/2008/09/04/perjuangan-nabiel-melawan-godaan

    Happy Lebaran, Mohon Maaf Lahir Batin

  6. Rozalina Says:

    Mbak Wilis terima kasih komennya…:)

    Segera meluncur mbak…

    Selamat hari Raya dan maaf lahir batin

    Taqaballahu minna wa minkum


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: