Muhasabah Komputer

Oleh : Muhammad Rizal Altway *)

Ngelamun mode : ON

Suatu saat di hari pengadilan yang paling adil di akhirat, seorang hamba Alloh dihisab, awalnya timbangan miring ke kanan, tapi suatu saat terus bergerak miring ke kiri

Hamba Alloh : kenapa kok miring ke kiri? Padahal saya kan selalu berbuat baik, membagikan ilmu yang bermanfaat, puasa romadhon dll, bahkan saya punya blog yang isinya memberi ilmu dan menfaat pada banyakk orang.

Malaikat : Kamu bekerja pake sarana apa?

Hamba Alloh : Komputer

Malaikat : Komputer yang kamu pake memang halal, tapi program di dalam komputer itu kan bajakan semua, membajak itu kan sama dengan mencuri. Sedangkan kegiatan yang dilakukan dengan sarana barang curian tidak ada pahalanya. Peringatan sudah diberikan, MUI negaramu juga sudah membuat fatwa yang mengharamkan bajakan. Belum lagi kamu belikan anak anakmu komputer dengan program bajakan, mereka belajar denngan memakai barang haram dari kamu, jadi dosamu mengalahkan pahalamu. Lagipula kamu orang yang mampu, uangmu kan cukup untuk membeli program yang halal tapi kamu malah milih membajak alias mencuri dengan pertimbangan lebih murah. Belum lagi anda menyarankan pada suatu lembaga pendidikan islam memakai program komputer bajakan, jadi nambah lagi dosamu dibanding pahalamu……….

Ngelamun mode : OFF

Semoga khayalan itu tidak terjadi pada kita semua, pada bulan Romadhon salah satu usaha untuk menyucikan diri adalah dengan melakukan evaluasi diri (muhasabah) terhadap tindakan kita. Sebagai manusia yang sering berhubungan dengan komputer maka sarana tersebut tidak luput dari perlakuan muhasabah terutama dibulan yang suci ini.

85% masayrakat Indonesia ditengarai menggunakan program bajakan pada komputer mereka, karena masyarakat Indonesia 90% beragama Islam maka diasumsikan (Insya Alloh salah) sekitar 85% dari mereka mengunakan program komputer bajakan. Membajak tak ubahnya dengan mencuri, dengan pemikiran yang sederhana saja bahwa mengambil sesuatu dengan tidak membayar maka itu adalah prinsip dasar dari pencurian. Maka memakai program bajakan adalah suatu bentuk pencurian.

Karena sebagian besar masyarakat melakukan pembajakan maka seakan akan hal tersebut boleh dilakukan karena toh orang lain juga melakukan. Padahal hukum Alloh berlaku dalam segala situasi, biarpun orang se dunia ini maling semua , Allloh tidak rugi dan hukum mencuri tidak akan dirubah oleh Alloh, yang rugi ya manusia itu sendiri.

Dalam bulan puasa seperti ini dimana kita berlomba lomba melakukan kebaikan tapi bila kita memakai barang curian dalam kegiatan sehari hari …..apakah amalan yang kita usahakan tersebut diterima oleh Alloh? Ngetik menggunakan komputer dengan program bajakan walaupun dalam melakukan kebaikan tetap tidak akan berpahala…..jangan – jangan malah bertambah dosa kita. Bayangkan kalo kita ngetik atau atau menggunakan mouse untuk program bajakan maka setiap tuts dan klik yang kita kerjalan akan mendapat dosa…..lha sudah berapa kali tuts dan klik dilakukan…..tinggal dikalikan saja, 100 atau 1000, belum lagi dikalikan hari kita melakukannya, dikalikan bulan, terus berapa tahun dilakukan?. Wah ngeri jadinya membayangkan dosa tersebut.

Apakah kita sudah mengevaluasi komputer yang kita pakai dirumah? Programnya bajakan atau tidak? Bagaimana dengan tempat kerja kita? Apakah komputernya pake program bajakan atau tidak? Apakah ada yang pernah menanyakan di sekolah ananda apakah komputer yang dipakai programnya bajakan atau tidak? Bagaimana kalo ananda yang kita sayangi mendapat ilmu dari komputer yang menggunakan program bajakan? Apakah kita rela? Apakah itu akan barokah? Atau akan jadi musibah dikemudian hari? Lebih ngeri kalo hal tersebut jadi pertanyaan di akhirat …….😦

Dalam dunia komputer tidak ada kata yang tidak bisa atau mahal, bila kita tidak mampu membeli program yang asli masih banyak program yang memang disediakan secara gratis alias open source. Dan itu juga sama aplikasinya dengan yang berbayar. Sebagian besar pemilik komputer apalagi laptop adalah orang yang mampu atau lembaga yang mampu, jadi tidak ada masalah dalam hal biaya membeli program legal, yang jadi masalah adalah kemauan hati untuk tetap berada dijalan yang benar. Ini bukan masalah murah atau mahal, tetapi halal atau haram. Kalo kita melakukan dengan alasan program itu mahal maka apakah kita boleh mencuri rumah atau mobil karena harganya mahal ? Kalo dengan alasan yang jual kan orang kafir, nabi Muhammad SAW tidak pernah mencontohkan kita boleh mencuri dari orang kafir, bahkan hutang kepada orang kafir aja tetap dibayar oleh beliau.

Yang mebuat kita membajak atau mencuri program tersebut adalah hawa nafsu kita, manusia sangat bernafsu mencuri agar uangnya tetap utuh tanpa memikirkan akibatnya di akhirat. Semoga di bulan yang suci ini kita bisa melakukan evaluasi terhadap diri kita dengan baik, merubah perilaku kita jadi lebih baik dan memperbaiki perilaku kita dalam menggunakan komputer agar lebih islami……..Amin

*) Penulis adalah Walimurid Al Hikmah, ayahanda sikembar M. Fadhil 6B dan Fadhilah 6D

Explore posts in the same categories: sharing

Tags: ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

One Comment on “Muhasabah Komputer”

  1. Fathor Rahman Says:

    that’s very good reminder for all of us Pak, saya pribadi tidak sempat mikir sampai ke sana, tapi itulah kenyataannya.
    Memang satu-persatu langkah kita harus diluruskan, betapapun sulitnya kalau kita komit untuk saling mengingatkan (seperti yang telah Bapak lakukan) InsyaALLAH perubahan akan terjadi, amin . . .


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: